Jumat, 08 Maret 2013

FILOSOFI RAUTAN BERKACA : PESAN KPD CALON PRESIDEN

Saya memiliki sebuah filosofi, dan
saya menyebutnya dengan filosofi
Rautan Berkaca. Kalau anda pernah
membeli sebuah rautan bulat yang ada
kaca diatasnya, jaman dulu atau
mungkin jaman sekarang masih ada,
pernahkah anda memikirkan, kenapa
rautan tersebut memiliki kaca
diatasnya...???
Saya berpikir, mungkin saja orang yang
pertama kali menciptakan rautan
tersebut ingin memberikan pesan moral
bagi kita. Pesan moral yang mengatakan
bahwa, "sebelum kita membenarkan
sesuatu, lebih baik kita mengaca diri kita
sendiri, apakah kita sudah benar atau
belum". Pesan ini tidak saya tujukan
untuk seorang Farhat Abbas , pesan ini
saya tujukan untuk semua orang di
Indonesia , semua calon presiden di
Indonesia .
Berdasarkan dengan sebuah kata
BHINEKA TUNGGAL IKA, "berbeda
tetapi tetap satu". Pada saat saya kecil
dulu, saya mempelajari di sekolah,
bahwa rakyat Indonesia adalah rakyat
yang bisa bergotong royong membangun
masjid bersama sama, membangun
gereja bersama sama, menghargai antar
umat beragama, rasis, suku dan
sebagainya, itu adalah rakyat Indonesia
yang sebenarnya . Dan itu yang saya
pelajari jaman dulu dan saya ingin itu
yang tetap saya pelajari untuk anak
anak saya, cucu saya dan semuanya,
bahwa Indonesia adalah negara yang
sangat amat membanggakan.
Yang menyedihkan adalah ketika saya bertanya kepada Farhat Abbas, melalui twitter, apa tujuannya
beliau menggunakan kata kata yang bisa
menyindir banyak orang dengan
menggunakan hal rasis...? Dan beliau
mengatakan bahwa tujuannya adalah
baik, dan beliau tidak pernah
mengatakan hal tersebut. Tapi sangat
disayangkan karena baru saja saya
melihat lagi twitter dari beliau, beliau
mengatakan lagi, sekali lagi...! Katanya :
"Mengapa wakil gubernur Jakarta
tidak pindah dari rumahnya
sendiri, apakah masih ingin tetap
di pemukiman cina...?"
Mengapa harus menggunakan kata kata
tersebut...???
Kalau seorang pemimpin berkata dan
didengarkan oleh rakyatnya, itu bisa
memperbaiki sebuah negara atau bisa
memecah belah negara apapun
tujuannya, baik atau buruk. Hal
tersebut, menurut saya tidak layak
untuk dikatakan karena apapun
tujuannya anggap saja baik tapi hal
tersebut bisa memecahkan indonesia.
Indonesia sudah buruk, Indonesia
sedang terpuruk, nama Indonesia tidak
begitu baik baik amat di mata luar
negeri, dan tugas kita sebagai penduduk
Indonesia adalah untuk membangun,
menyatukan semua rakyat indonesia
dari satu tujuan membangun indonesia
lebih baik lagi. Bukan untuk merusak,
tapi untuk membangunnya lebih baik
lagi.
Karena membangun Indonesia bukan
tugas seorang pemimpin. Tidak ada
seorang pemimpin yang sempurna, tidak
ada...!! Sejak Indonesia merdeka,
Soekarno, Soeharto, Habibie, Megawati, Gus Dur, dan selanjutnya, tidak ada
seorang pemimpin pun yang sempurna.
Mereka memiliki kelemahannya masing
masing dan kita harus bisa melihat
kebaikan dari ketidak sempurnaan
tersebut. Karena saya yakin, siapapun
pemimpinnya akan mengalami hal yang
sama.
Indonesia bukan negara yang mudah
untuk diperbaiki, tapi dengan tekat yang
kuat, kita bisa memperbaiki dengan
persatuan tanpa perpecahan. Pelangi
menjadi begitu indah ketika warnanya
banyak dan menjadi satu bukan karena
satu warna. Pelangi menjadi indah
karena begitu banyak warna dan warna
tersebut berkumpul menjadi satu
membuat sebuah paduan warna yang
begitu indahnya, yang kita sebut dengan
pelangi. Dari ini semua, saya ingin
mengajak anda semua untuk berhenti
menyalahkan orang lain, berhenti
menilai orang lain. Siapa pun itu,
termasuk seorang Farhat Abbas.
Mungkin kita harus menilai diri kita
terlebih hulu, bagaimana kita
membangun Indonesia ini yang sekarang
sedang terpuruk dari berbagai sisi, dari
berbagai hal, pendidikan, kemiskinan,
kejahatan, kesenjangan sosial apapun
itu. Bagaimana kita sebagai penduduk
Indonesia bisa membangun Indonesia?
Jaya dan maju !
Dan satu hal yang ingin saya sampaikan,
menggunakan kata kata "aku
Indonesia " mungkin tidak begitu tepat
karena aku bukan Indonesia, aku
hanyalah seorang manusia biasa yang
kebetulan lahir di Indonesia dan aku
mencintai Indonesia begitu sangat. Aku
lahir di Indonesia tanpa perbedaan, dan
aku ingin tetap di Indonesia. "Tapi aku
bukan Indonesia... Kita
Indonesia..!!! "

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar